Setelah SMA kemana?
Adalah pertanyaan yang bolak-balik (udah kaya setrikaan) yang ada di benak siswa-siswi SMA kelas 12. Galau sudah pabila muncul pertanyaan macam tu, belum lagi tetangga, keluarga, dan orang di sekitar kita yang menanyakan hal yang sama "Setelah SMA mau lanjut kemana?" semakin membuat diri berada pada ambang kebingungan. Tidak tahu harus dibawa kemana, tidak tahu setelah SMA mau lanjut kemana dan ngapain. Tapi yang jelas kebanyakan orang hanya memiliki 5 pilihan, pertama lanjut kuliah, kedua belajar untuk gap year atau ikut kursus, ketiga kerja, keempat nikah (kl udah ada calonnya hiya hiya hiya ahahaha), dan yang kelima adalah 'menganggurrrr' *tepokjidat sih kl sampe poin yang kelima.
Nah sadar ngga sih kl dari pilihan-pilihan tersebut yang membuat kita bingung adalah ketidakpastiannya, macam kita udah berencana masuk ke PTN, tapi takut gagal. Mau kerja tapi bingung cari kerja dimana.
Maka dari itu, untuk mengatasi ketidakpastiannya adalah dengan cara mempersiapkan diri melakukan langkah-langkah yang realistis agar dapat mengantarkan ke arah tujuan yang kita mau. Pepatah dari Stephen Covey mengatakan, "Cara terbaik kau bisa memprediksi masa depan adalah dengan menciptakannya."
Untuk menciptakannya, diperlukan pembuatan rencana dari A sampai Z. Itu penting! Kenapa karena agar kita siap saat Allah tidak menakdirkan di pilihan A, mungkin takdirnya di B, jika tidak, mungkin di C, dan seterusnya sampai Z, setidaknya ada plan yang jelas dan tidak begitu down saat tidak mendapat pilihan A, B, atau C karena masih ada D sampai Z yang sesuai dengan perencanaan.
Aku pribadi, sejak pertama masuk SMA udah bikin rencana, bertekad kuat, poin A pokoknya aku harus bisa kuliah di PTN. Dan langkah realistisnya adalah menanam keyakinan bahwa aku bisa melakukannya, di samping terus berusaha dan berdoa kepada Allah SWT. Bentuk usaha yang paling dasar aku lakukan saat itu adalah banyak bertanya ke guru BK, guru-guru lainnya, kakak kelas, dan internet. Aku kepo sampai ke akar-akar, satu demi satu prodi dari PTN aku kepoin sampai matkul-matkulnya biar ngga kaget saat nanti aku belajar matkulnya. Soalnya perlu kalian ketahui ada beberapa yang nama prodinya berasa sesuai dengan passion kita tapi begitu lihat matkulnya sangat jauh berbeda dengan bidang kemampuan kita.
Setelah aku kepoin PTN aku kepoin bagaimana caranya agar bisa menuju kesana, langkahnya cari info sebanyak-banyaknya tentang jalur masuk, hal pertama yang membuat aku merasa tertantang adalah jalur masuk melalui SNMPTN, begitu tahu memakai nilai raport, aku berusaha melakukan terbaiknya aku meskipun belum 100%nya aku, setiap semester aku menuliskan nilai-nilaiku di buku pribadi dan mengkonversikan nilai rata-rata, menghitung-hitung sebisa mungkin harus mendapat nilai sekian agar bisa tembus SNM ke Prodi ini di PTN ini. Sampai akhirnya aku berada di titik penghujung kelas 12, aku yang telah mempersiapkan diri tetiba berbelok arah prodi karena merasa itu bukan passionku. Kemudian menemukan satu bidang, eh ternyata SNM tidak boleh berbelok, harus linier IPA ke IPA lagi, IPS ke IPS lagi.. Stress! *kala ituuu. Bisa saja SBM tapi aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan SNM, karena bagi aku bisa daftar SNM itu bukan cuma-cuma, bukan sekedar hadiah yang mudah didapatkan, itu adalah hasil kerja keras dari awal masuk SMA.
Kemudiam poin B nya aku adalah kuliah di PN, poin C nya adalah kuliah di IAIN/UIN, poin D nya adalah kuliah di kedinasan, poin E nya adalah mengikuti SBM (persiapannya dengan mengikuti acara Learning Camp di Bandung selama 37 hari yang diadakan oleh Smart Edu Corner bersama Bank Mandiri), Poin F nya kuliah di PT, Poin G nya kerja di BUMN, Poin H nya berwirausaha, Poin I nya - - - menikah-- nooot, becanda, mana ada haha. Ya dan poin-poin lainnya lah.
Ceritaku kala itu lumayan berdrama, di samping dituntut harus tetap fokus, perasaan malah campur aduk karena urusan lainnya. Namun karena aku masih tetap pada fokusku, aku pun melakukan pendaftaran poin A sampai H kecuali poin D karena jadwal yang bersamaan dengan poin E. Namun taunya untuk pendaftaran kerja tidak pernah bisa karena umurku yang masih muda, cieee muda, hahaha.
Terus Alhamdulillah, qodarullah rezekiku ternyata di poin utama, poin A. Dari 3 PTN dan 1 PT yang aku daftar aku diterima di 2 PTN dan 1 PT, sekarang aku memutuskan berada di salah satu PTN itu dengan prodi yang sangat tepat dan akan ku ceritakan di part berikutnya. Inshaa Allah. Hihihi.
Adalah pertanyaan yang bolak-balik (udah kaya setrikaan) yang ada di benak siswa-siswi SMA kelas 12. Galau sudah pabila muncul pertanyaan macam tu, belum lagi tetangga, keluarga, dan orang di sekitar kita yang menanyakan hal yang sama "Setelah SMA mau lanjut kemana?" semakin membuat diri berada pada ambang kebingungan. Tidak tahu harus dibawa kemana, tidak tahu setelah SMA mau lanjut kemana dan ngapain. Tapi yang jelas kebanyakan orang hanya memiliki 5 pilihan, pertama lanjut kuliah, kedua belajar untuk gap year atau ikut kursus, ketiga kerja, keempat nikah (kl udah ada calonnya hiya hiya hiya ahahaha), dan yang kelima adalah 'menganggurrrr' *tepokjidat sih kl sampe poin yang kelima.
Nah sadar ngga sih kl dari pilihan-pilihan tersebut yang membuat kita bingung adalah ketidakpastiannya, macam kita udah berencana masuk ke PTN, tapi takut gagal. Mau kerja tapi bingung cari kerja dimana.
Maka dari itu, untuk mengatasi ketidakpastiannya adalah dengan cara mempersiapkan diri melakukan langkah-langkah yang realistis agar dapat mengantarkan ke arah tujuan yang kita mau. Pepatah dari Stephen Covey mengatakan, "Cara terbaik kau bisa memprediksi masa depan adalah dengan menciptakannya."
Untuk menciptakannya, diperlukan pembuatan rencana dari A sampai Z. Itu penting! Kenapa karena agar kita siap saat Allah tidak menakdirkan di pilihan A, mungkin takdirnya di B, jika tidak, mungkin di C, dan seterusnya sampai Z, setidaknya ada plan yang jelas dan tidak begitu down saat tidak mendapat pilihan A, B, atau C karena masih ada D sampai Z yang sesuai dengan perencanaan.
Aku pribadi, sejak pertama masuk SMA udah bikin rencana, bertekad kuat, poin A pokoknya aku harus bisa kuliah di PTN. Dan langkah realistisnya adalah menanam keyakinan bahwa aku bisa melakukannya, di samping terus berusaha dan berdoa kepada Allah SWT. Bentuk usaha yang paling dasar aku lakukan saat itu adalah banyak bertanya ke guru BK, guru-guru lainnya, kakak kelas, dan internet. Aku kepo sampai ke akar-akar, satu demi satu prodi dari PTN aku kepoin sampai matkul-matkulnya biar ngga kaget saat nanti aku belajar matkulnya. Soalnya perlu kalian ketahui ada beberapa yang nama prodinya berasa sesuai dengan passion kita tapi begitu lihat matkulnya sangat jauh berbeda dengan bidang kemampuan kita.
Setelah aku kepoin PTN aku kepoin bagaimana caranya agar bisa menuju kesana, langkahnya cari info sebanyak-banyaknya tentang jalur masuk, hal pertama yang membuat aku merasa tertantang adalah jalur masuk melalui SNMPTN, begitu tahu memakai nilai raport, aku berusaha melakukan terbaiknya aku meskipun belum 100%nya aku, setiap semester aku menuliskan nilai-nilaiku di buku pribadi dan mengkonversikan nilai rata-rata, menghitung-hitung sebisa mungkin harus mendapat nilai sekian agar bisa tembus SNM ke Prodi ini di PTN ini. Sampai akhirnya aku berada di titik penghujung kelas 12, aku yang telah mempersiapkan diri tetiba berbelok arah prodi karena merasa itu bukan passionku. Kemudian menemukan satu bidang, eh ternyata SNM tidak boleh berbelok, harus linier IPA ke IPA lagi, IPS ke IPS lagi.. Stress! *kala ituuu. Bisa saja SBM tapi aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan SNM, karena bagi aku bisa daftar SNM itu bukan cuma-cuma, bukan sekedar hadiah yang mudah didapatkan, itu adalah hasil kerja keras dari awal masuk SMA.
Kemudiam poin B nya aku adalah kuliah di PN, poin C nya adalah kuliah di IAIN/UIN, poin D nya adalah kuliah di kedinasan, poin E nya adalah mengikuti SBM (persiapannya dengan mengikuti acara Learning Camp di Bandung selama 37 hari yang diadakan oleh Smart Edu Corner bersama Bank Mandiri), Poin F nya kuliah di PT, Poin G nya kerja di BUMN, Poin H nya berwirausaha, Poin I nya - - - menikah-- nooot, becanda, mana ada haha. Ya dan poin-poin lainnya lah.
Ceritaku kala itu lumayan berdrama, di samping dituntut harus tetap fokus, perasaan malah campur aduk karena urusan lainnya. Namun karena aku masih tetap pada fokusku, aku pun melakukan pendaftaran poin A sampai H kecuali poin D karena jadwal yang bersamaan dengan poin E. Namun taunya untuk pendaftaran kerja tidak pernah bisa karena umurku yang masih muda, cieee muda, hahaha.
Terus Alhamdulillah, qodarullah rezekiku ternyata di poin utama, poin A. Dari 3 PTN dan 1 PT yang aku daftar aku diterima di 2 PTN dan 1 PT, sekarang aku memutuskan berada di salah satu PTN itu dengan prodi yang sangat tepat dan akan ku ceritakan di part berikutnya. Inshaa Allah. Hihihi.
Komentar
Posting Komentar